JK: Pendidikan Bukan Soal Gedung, Tapi Mutu

tglpost 2016-07-21 tukangpost AD Stai Ibnu Sina ketegori Berita

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menekankan pentingnya mutu pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Menurut dia, lokasi pendidikan yang sangat jauh dan terpencil tak akan membuat masyarakat mengurungkan niatnya untuk menyekolahkan anaknya jika sekolah tersebut berkualitas.

Ia pun kemudian menganalogikan pendidikan dengan restoran. Menurut JK, jika terdapat restoran yang berada di lokasi strategis namun tak memberikan menu yang lebih enak maka tetap akan sepi pengunjung.

"Sama pendidikan. Pendidikan bukan gedungnya, penting benar, tapi mutu pendidikan," kata JK saat meresmikan pesantren modern internasional Dea Malela di Sumbawa, NTB, Rabu (20/7).

Karena itu, lanjut JK, masyarakat akan tetap memilih sekolah yang lokasinya lebih jauh namun memberikan mutu yang lebih baik.  JK mengatakan pesantren modern internasional haruslah memberikan pelayanan pendidikan yang berbeda dari sekolah lainnya. Menurut dia, sekolah tersebut harus sesuai dengan zamannya dan dapat bermanfaat hingga 10-15 tahun ke depan.

"Artinya dia ajarkan ilmu yang 10-15 tahun ke depan yang kira-kira cocok. Jangan diajarkan hal yang sudah lama. Ndak laku nanti," tambah dia.

Tak hanya itu, sekolah juga harus memberikan layanan pendidikan sesuai kebutuhan, seperti mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, mempersiapkan siswa menghadapi persaingan dunia internasional, serta mempelajari hubungan antar masyarakat lainnya yang kini mulai berubah.

Untuk mencapai hal itu, maka dibutuhkan kurikulum yang memenuhi kebutuhan yang akan datang serta menjaga standar kualitas. Lebih lanjut, JK juga menyampaikan keahlian dan inovasi sangat penting untuk mendorong kemajuan bangsa.

Ia mencontohkan, negara maju seperti Eropa, Korea, dan Jepang lebih menekankan pendidikan keahlian dan ketrampilan bagi siswanya. Sedangkan pendidikan di Amerika mengajarkan kemampuan berinovasi masyarakatnya.

"Di pesantren juga ada metode seperti itu menghafal atau tradisional yang berekspresi karena itu maka tentu metode santri yang berdiskusi berdebat sesuatu yang positif tentu memberikan ekspresi dan melahirkan inovasi," ungkap JK. (net)


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya


Silahkan Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.roomantik.com
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini